Kamis (18/10) dilaksanakan sidang keliling Oleh Pengadilan Agama Natuna dengan tujuan sidang keliling di Pulau Tiga. Tim sidang keliling kali ini diketuai langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Natuna, Rusdi, S.Ag.,M.H., sekaligus menjadi sidang keliling perdana bagi Beliau sejak menjadi Ketua Pengadilan Agama Natuna. Sidang keliling ini juga diikuti oleh Subhi Pantoni, S.H.I., (Hakim) dan Syahrul Zamri (Jurusita), yang bagi mereka (Subhi Pantoni dan Syahrul Zamri), sidang keliling kali ini merupakan sidang terakhir karena akan segera pindah ke Pengadilan Agama Siak Sri Indrapura.

 

Tim sidang keliling PA Natuna sejak pagi sekali sudah bertolak ke Pelabuhan Selat Lampa untuk selanjutnya menyebrang ke Pulau Tiga menggunakan Pompong (perahu untuk transportasi). Namun apa hendak dikata, sidang telah dijadwalkan, para pihak telah berkumpul, namun apa daya alam tak dapat dilawan. Sesampainya di Selat Lampa hujan turun deras, angin pun bertiup cukup kencang hingga Tim memutuskan menunda perjalanan sambil menunggu badai berlalu. Setelah kurang lebih 30 menit menunggu, hujan mulai sedikit reda. Tim pun kemudian berkonsultasi kepada jurumudi pompong mengenai keselamatan perjalanan jika perjalanan dilanjutkan. Akhirnya setelah siap perjalanan pun dilanjutkan dengan menerjang hujan yang ditengah perjalanan kembali deras namun tidak menyurutkan semangat Tim sidang keliling untuk melaksanakan tugas, memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan di kepulauan.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya Tim sidang keliling sampai ke tempat sidang dan disambut oleh para pihak yang sejak pagi telah menunggu kedatangan Tim Sidang Keliling PA Natuna.

Perkara yang disidngkan pada sidang keliling di Pulau Tiga kali ini meliputi perkara perceraian dan perkara pengesahan perkawinan. Sidang pun kemudian dilaksanakan dengan lancar dan tanpa hambatan.

 

 

Selamat kepada Pak Subhi dan Pak Syahrul yang akan melanjutkan tugas di PA Siak Sri Indrapura. Semoga perjalanan sidang keliling ini menjadi kenangan yang tak terlupakan. (Emka).